Jumat, 04 Oktober 2013

Asrama Santri Lombok Tengah di Pancor Minim Fasilitas

tabayyunews

LOMBOKita - Asrama Koordinasi Santri asal Lombok Tengah (Loteng) yang berada di Kota Santri Pancor, Lombok Timur masih minim fasilitas. Karena itu, para penghuni asrama berharap agar Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah memberikan kepeduliannya terhadap keberadaan santri di asrama santri itu.

Ketua Koordinaor Santri (KS) Loteng, Mujtahid mengatakan, asrama santri itu masih banyak kekurangan, seperti ruangan, kamar mandi, musholla dan fasilitas penunjang belajar lainnya.

Mujtahid menambahkan, asrama Loteng ini merupakan wadah yang diberikan oleh pendiri NW Almagfurulahu Maulana Syeikh TGKH.  M. Zainuddin Abdul Madjid untuk para santri. Asrama santri itu diberikan karena banyak prestasi yang berhasil diraih para santi asal daerah Tatas Tuhu Trasna (Tastura) sejak dulu.  “Kita diberikan oleh pendiri Nahdatul Wathan berupa sebidang tanah untuk mendirikan asrama santri,” kata Mujtahid dijumpai LOMBOKita.com di asrama Loteng, Jumat (4/10/2013).

Menurut Mujtahid, sekitar 1800 lebih santri asal Lombok Tengah saat ini menuntut ilmu di Kota Pancor, namun di asrama Lombok Tengah hanya mampu menampung sebanyak 48 orang.

Selama ini, katanya, Pemkab Loteng tidak pernah memperhatikan terhadap keberadaan asrama santri. Padahal asrama itu sangat bermanfaat. Bahkan, santri asal Lombok Tengah sering mengajukan proposal untuk menambah fasilitas, namun belum dipenuhi oleh pemerintah daerah.

“Pemkab Loteng seolah-olah tidak peduli terhadap asrama santri ini, padahal kami putra Loteng yang akan meneruskan dan memajukan daerah setelah mengenyam pendidikan di Pancor,” katanya. (ari/lbk)

0 komentar:

Posting Komentar