LOMBOKita - Asrama Koordinasi Santri asal Lombok Tengah (Loteng) yang
berada di Kota Santri Pancor, Lombok Timur masih minim fasilitas.
Karena itu, para penghuni asrama berharap agar Pemerintah Kabupaten
Lombok Tengah memberikan kepeduliannya terhadap keberadaan santri di
asrama santri itu.
Ketua Koordinaor Santri (KS) Loteng, Mujtahid
mengatakan, asrama santri itu masih banyak kekurangan, seperti ruangan,
kamar mandi, musholla dan fasilitas penunjang belajar lainnya.
Mujtahid
menambahkan, asrama Loteng ini merupakan wadah yang diberikan oleh
pendiri NW Almagfurulahu Maulana Syeikh TGKH. M. Zainuddin Abdul Madjid
untuk para santri. Asrama santri itu diberikan karena banyak prestasi
yang berhasil diraih para santi asal daerah Tatas Tuhu Trasna (Tastura)
sejak dulu. “Kita diberikan oleh pendiri Nahdatul Wathan berupa
sebidang tanah untuk mendirikan asrama santri,” kata Mujtahid dijumpai
LOMBOKita.com di asrama Loteng, Jumat (4/10/2013).
Menurut
Mujtahid, sekitar 1800 lebih santri asal Lombok Tengah saat ini menuntut
ilmu di Kota Pancor, namun di asrama Lombok Tengah hanya mampu
menampung sebanyak 48 orang.
Selama ini, katanya, Pemkab Loteng
tidak pernah memperhatikan terhadap keberadaan asrama santri. Padahal
asrama itu sangat bermanfaat. Bahkan, santri asal Lombok Tengah sering
mengajukan proposal untuk menambah fasilitas, namun belum dipenuhi oleh
pemerintah daerah.
“Pemkab Loteng seolah-olah tidak peduli terhadap asrama santri ini,
padahal kami putra Loteng yang akan meneruskan dan memajukan daerah
setelah mengenyam pendidikan di Pancor,” katanya. (ari/lbk)
Jumat, 04 Oktober 2013
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar