LOMBOKita - Pemerintah Kabupaten Boyolali Provinsi Jawa Tengah,
Kamis (3/10/2013) berkunjung ke Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) guna
mempelajari penggunaan Aplikasi Sistem Informasi Manajemen Daerah Barang
Milik Daerah (SIMD) pelaporan rutin BMD, RKBU, dan RKPBU.
Dalam
kesempatan tersebut, rombongan Pemkab Boyolali diterima Asisten III
Setda Loteng, H.M. Nursiah , Kabag Keuangan dan Kabag Aset.
Sekretaris
Daerah Boyolali, Sri Ardiningsih mengatakan, dipilihnya Loteng sebagai
tujuan Kunker karena adanya penilain Wajar Tanpa Pengecualian (WTP)
dari BPK RI, khususnya di bidang pengelolaan Inventaris Barang Milik
Daerah.
Menanggapi hal tersebut, H.M. Nursiah mengatakan, SIMDA
BMD mulai diaplikasikan di Loteng sejak tahun 2013, setelah adanya MoU
antara Pemkab Loteng dengan Perwakilan BPKP Propinsi NTB.
Ia
menjelaskan, meskipun masih menggunakan laporan manual, akan tetapi
pelaporan rutin BMD berupa laporan semester, laporan tahunan, RKBU dan
RKPBU berjalan cukup lancar.” Belum ada SOP mengenai mekanisme pelaporan
BMD. Jadi, terpaksa kami lakukan dengan cara manual dengan meminta
seluruh SKPD memberikan laporan ke Bagian Aset,”jelasnya.
Nursiah
mengatakan, realisasi belanja modal dicek secara manual setiap 6 bulan
sekali, kemudian ditindaklanjuti dengan rekonsiliasi antara Bagian Aset
Daerah dan Bagian Keuangan dan SKPD.
”Sudah ada Perda tentang Pengelolaan Barang Milik Daerah dan
Peraturan Bupati Nomor 12 Tahun 2009 tentang Penghapusan Kendaraan
Dinas, dimana tidak dilakukan secara periodik tetapi berdasarkan usulan
dari masing-masing SKPD,”pungkasnya. (ari/lbk)
Kamis, 03 Oktober 2013
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar