Sumbawanews.com.– Industri tambang dunia masih terus
menghadapi ketidakstabilan harga logam global dan kenaikan biaya.
Menghadapi keadaan ini, perusahaan-perusahaan tambang melakukan berbagai
upaya untuk dapat beroperasi lebih efektif dan efisien demi masa depan
yang berkesinambungan.
PTNNT telah melaksanakan berbagai tindakan
dalam tahun terakhir untuk menurunkan biaya-biaya operasi dan
meningkatkan produktivitas. Sebagai upaya tambahan untuk lebih efisien
dan efektif dalam mengelola biaya-biaya di semua area, selama beberapa
bulan terakhir kami telah melakukan pengkajian organisasi secara
menyeluruh untuk menyelaraskan kinerja organisasi perusahaan.
Sebagai
hasilnya, pada bulan Oktober dan November 2013 PTNNT akan melaksanakan
“Program Tenaga Kerja Berkesinambungan” (Sustainable Workforce
Program-SWP) yang dirancang untuk menciptakan organisasi yang lebih
efisien melalui program pengunduran diri dan pensiun dini karyawan
secara sukarela.
Program ini merupakan salah satu dari seluruh
upaya yang bertujuan untuk meningkatkan efisiensi bisnis dan penurunan
biaya-biaya operasi. Program ini bukan pemutusan hubungan kerja sepihak
dari perusahaan, melainkan upaya efisiensi bisnis yang dirancang untuk
mengurangi jumlah tenaga kerja di PTNNT melalui program pensiun dini dan
pengunduran diri secara sukarela berdasarkan kategori usia.
“Program
ini bukanlah pemutusan hubungan kerja sepihak dari perusahaan. Dalam
program ini, karyawan dapat mengajukan pensiun dini ataupun pengunduran
diri secara sukarela berdasarkan kategori usia,” jelas Martiono
Hadianto, Presiden Direktur PTNNT, Rabu (2/10) kepada Sumbawanews.com.
PTNNT
berkomitmen untuk menjamin bahwa program sukarela ini akan dilaksanakan
secara adil dan transparan, serta seluruh hak karyawan akan dibayarkan
sesuai undang-undang dan peraturan pemerintah yang berlaku, dan bahkan
akan diberikan insentif khusus yang menarik dan dibayarkan tepat waktu.
“Perusahaan
berkomitmen dan menjamin proses pelaksanaan yang adil. Karyawan yang
mengusulkan diri untuk ikut serta dalam program SWP akan diberikan paket
kompensasi yang adil dan menarik,” tambah Martiono Hadianto.
PTNNT
akan senantiasa melakukan langkah-langkah pengurangan biaya dan
efisiensi yang dirancang untuk menjamin keberlangsungan jangka panjang
operasi tambang Batu Hijau yang mampu memberi manfaat secara
berkelanjutan bagi karyawan dan keluarganya, masyarakat, pemerintah
daerah, serta negara Republik Indonesia.(sn01)
Jumat, 04 Oktober 2013
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar