Dalam kehidupan anda, setidaknya, pasti anda pernah didatangi 2-3
agen asuransi dari perusahaan berbeda. Barangkali, agen yang datang ke
rumah anda adalah orang yang anda kenali: saudara atau bekas teman
sekolah (dua orang ini akan membebani anda karena berat bila harus
melakukan penolakan). Agen-agen yang lain bisa datang dari mana saja.
Banyak jalan untuk menemukan anda, bila anda termasuk kalangan ber-uang;
mungkin referal dari bank, dari teman kantor, dari saudara, atau bisa
juga dari info yang tak pernah anda sangka-sangka.
Sebagian dari mereka (agen-agen itu) ada yang berbicara dengan tergagap-gagap, tangannya bergetar saat memegang bolpoin yang digunakannya untuk menunjuk brosur di tangan anda (itu adalah agen yang baru lulus training dan belum punya jam terbang). Sebagian yang lain adalah agen-agen yang sangat lihai; suaranya mantab, pembawaannya santai, tahu segala hal, menyenangkan anda, dan bisa menjawab dengan baik semua yang menjadi keberatan anda–sehingga anda kehabisan keberatan untuk dijadikan alasan tidak membeli produknya. Dan perubahan perilaku anda, yang sekecil apapun, pasti bisa tertangkap oleh mata agen senior itu. Lalu sang agen menyodorkan kertas yang harus anda tanda-tangani sembari bertanya: “Mau bayar tunai atau debet tabungan atau debet kartu kredit?”
Hampir 80% calon nasabah membeli produk karena tertarik pada agennya, bukan pada produknya. Karena sudah sedemikian tertarik, sehingga apapun yang dia katakan, akan serta-merta anda percayai sebagai sebuah kebenaran. Itu tindakan yang salah!
Ada beberapa hal yang seringkali disembunyikan agen asuransi pada calon nasabahnya, antara lain:
Sebagian dari mereka (agen-agen itu) ada yang berbicara dengan tergagap-gagap, tangannya bergetar saat memegang bolpoin yang digunakannya untuk menunjuk brosur di tangan anda (itu adalah agen yang baru lulus training dan belum punya jam terbang). Sebagian yang lain adalah agen-agen yang sangat lihai; suaranya mantab, pembawaannya santai, tahu segala hal, menyenangkan anda, dan bisa menjawab dengan baik semua yang menjadi keberatan anda–sehingga anda kehabisan keberatan untuk dijadikan alasan tidak membeli produknya. Dan perubahan perilaku anda, yang sekecil apapun, pasti bisa tertangkap oleh mata agen senior itu. Lalu sang agen menyodorkan kertas yang harus anda tanda-tangani sembari bertanya: “Mau bayar tunai atau debet tabungan atau debet kartu kredit?”
Hampir 80% calon nasabah membeli produk karena tertarik pada agennya, bukan pada produknya. Karena sudah sedemikian tertarik, sehingga apapun yang dia katakan, akan serta-merta anda percayai sebagai sebuah kebenaran. Itu tindakan yang salah!
Ada beberapa hal yang seringkali disembunyikan agen asuransi pada calon nasabahnya, antara lain:
- Untuk produk unit link, seringkali, dia melakukan presentasi dengan mempergunakan bunga investasi tinggi (15-20% per tahun). Dan anda tergiur dengan uang investasi anda di tahun ke-15 atau ke-20, dan saat anda sudah berusia 55 tahun uang anda sudah berkembang hingga milyaran rupiah. Padahal, itu hanyalah asumsi bunga, dan sama sekali tidak menggambarkan hasil investasi di masa depan.
- Agen anda tidak mengatakan kalau anda meninggal sebelum tahun ke-4, uang pertanggungan tidak diterimakan sebesar 100%.
- Anda dibuat tergiur oleh proteksi atas 50 atau 80 penyakit kritis, tanpa menjelaskan penyakit apa saja yang masuk di dalamnya. Padahal, penyakit yang masuk dalam daftar itu adalah penyakit-penyakit yang prosentase kemunculannya sangat kecil, seperti: penyakit lupus, parkinson, crohn, anemia aplastik, alzheimer, dll.
- Ada masa tenggang 15 hari (kalau tidak salah) setelah polis jadi, di mana nasabah bisa membatalkan polis dan uang bisa kembali; apabila merasa ada klausul yang berbeda dengan yang dulu disampaikan agen. Seringkali, itu tidak pernah disampaikan atau polis anda dikirim ke anda setelah batas waktu 15 hari, sehingga anda tidak punyak waktu untuk melakukan pembatalan.
- Agen tidak menjelaskan kepada anda, biaya-biaya investasi dan biaya administrasi untuk polis anda. Sementara itu, biaya yang dipotong setiap bulan, jumlahnya sangat besar–tak peduli investasi atas dana anda untung atau rugi.

0 komentar:
Posting Komentar